Laboratorium Menengah Teknik Industri

Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs)

Hi, Ergoers!

Kalian sudah tahu belum apa itu Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs)?

Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) merupakan sekumpulan gangguan pada otot, tendon, dan saraf yang dapat menimbulkan rasa nyeri akibat aktivitas kerja. Gangguan ini terjadi mulai dari kondisi ringan atau sementara hingga kondisi yang bersifat permanen (irreversible) yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

Apa Penyebab Terjadinya Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs)
Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs), yaitu:

  1. Aktivitas kerja yang melibatkan gerakan seperti membungkuk, meraih, menggenggam, dan memutar yang dilakukan secara berulang dalam jangka waktu tertentu.
  2. Postur tubuh yang cenderung statis atau tidak mengalami perubahan posisi dalam waktu yang lama.
  3. Adanya beban atau tekanan yang berulang pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau pergelangan tangan.
  4. Tingginya kecepatan kerja yang tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang memadai.
  5. Kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, seperti suhu yang terlalu panas atau dingin serta adanya getaran dari peralatan kerja.
 Jenis-jenis Cedera Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs)
  1. Cedera otot
    Kontraksi otot yang terlalu lama menghambat aliran darah sehingga sisa metabolisme menumpuk dan menyebabkan nyeri.
  2. Cedera tendon
    Cedera tendon terjadi akibat gerakan berulang atau postur yang tidak ergonomis, dan dibagi menjadi tendon dengan selubung dan tanpa selubung. Berikut merupakan penjelasan dari kedua tendon tersebut.
    • Tendon dengan selubung
      Terdapat pada tangan dan pergelangan. Gerakan berulang dapat mengganggu pelumasan tendon, sehingga terjadi gesekan yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan (tenosinovitis).
    • Tendon tanpa selubung
  3. Cedera saraf
    Tekanan pada saraf akibat gerakan berulang, postur yang salah, atau aktivitas berat dapat menyebabkan gangguan, seperti sindrom terowongan karpal. Berikut merupakan gambar pergelangan tangan dalam kondisi alami dan kondisi sindrom terowongan karpal.

Pergelangan tangan dalam kondisi alami

Pergelangan tangan dalam kondisi sindrom terowongan karpal

Kenali Gejala Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs)!
Terdapat 3 tahapan terhadap gejala Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs), yaitu sebagai berikut.

  1. Tahap awal: Rasa nyeri dan kelelahan muncul saat bekerja, namun hilang saat istirahat. Kinerja masih normal.
  2. Tahap menengah: Rasa pegal sudah dirasakan sejak awal kerja dan dapat berlanjut hingga malam, sehingga kemampuan kerja mulai menurun.
  3. Tahap lanjut: Nyeri dan kelelahan tetap dirasakan meskipun beristirahat, bahkan dapat mengganggu tidur dan aktivitas ringan.

Bagaimana Cara Penanganan jika Terkena Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs)?

  1. Pembatasan gerakan
    Penanganan WMSDs dilakukan dengan menghindari aktivitas penyebab cedera, misalnya dengan mengurangi beban kerja atau memindahkan tugas. Penggunaan bidai dapat membantu membatasi gerakan, namun sebaiknya pekerjaan tetap disesuaikan agar tidak membebani sendi.
  2. Penggunaan panas atau dingin
    Kompres panas membantu melancarkan aliran darah dan meredakan ketegangan otot, sedangkan kompres dingin digunakan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
  3. Olahraga
    Peregangan dapat membantu melancarkan sirkulasi dan mengurangi ketegangan otot, tetapi perlu dilakukan dengan arahan yang tepat agar tidak memperparah kondisi.
  4. Pengobatan dan pembedahan
    Obat antiinflamasi digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Jika tidak membaik, dapat dilakukan penanganan lanjutan hingga tindakan pembedahan.

Bagaimana Cara Mencegah Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs)?

  1. Desain pekerjaan
    Risiko WMSDs dapat dikurangi melalui mekanisasi, rotasi kerja, perluasan dan pengayaan pekerjaan, serta kerja tim agar beban otot lebih merata dan tidak monoton.
  2. Desain tempat kerja
    Tempat kerja perlu disesuaikan dengan pekerja agar postur tetap nyaman dan beban kerja berkurang, misalnya dengan stasiun kerja yang dapat diatur untuk posisi duduk maupun berdiri.
  3. Desain peralatan dan perlengkapan
    Penggunaan alat yang sesuai dan terawat dapat mengurangi tenaga kerja serta meminimalkan ketegangan otot saat bekerja.
  4. Praktik kerja
    Penerapan metode kerja yang baik, pelatihan yang tepat, serta dukungan lingkungan kerja dapat membantu mengurangi gerakan yang tidak perlu dan menurunkan risiko WMSDs.

Apa Saja Dampak jika Terkena Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs)?

  1. Dampak pada pekerja
    WMSDs menyebabkan nyeri, keterbatasan gerak, dan kelemahan otot yang menghambat pekerjaan. Selain itu, kondisi ini juga dapat menurunkan kualitas hidup, seperti mengganggu tidur dan kondisi psikolog.
  2. Dampak pada produktivitas
    Adanya WMSDs dapat menurunkan produktivitas karena pekerja sulit bekerja secara optimal, yang berakibat pada keterlambatan, meningkatnya absensi, dan kesalahan kerja.
  3. Dampak pada perusahaan
    WMSDs menimbulkan kerugian ekonomi, seperti peningkatan biaya pengobatan, absensi, dan kompensasi, serta menjadi tantangan dalam menjaga kesehatan dan produktivitas karyawan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *