Laboratorium Menengah Teknik Industri

ERGOCAMP 2025

ERGOCAMP 2025 JOURNEY

    Ergonomics Summer Camp (ERGOCAMP) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) yang ditujukan untuk mahasiswa teknik industri, khususnya yang memiliki ketertarikan pada bidang ergonomi. ERGOCAMP telah berlangsung sejak tahun 2016 dan pada tahun ini, ERGOCAMP IX  diselenggarakan di Universitas Diponegoro sebagai tuan rumah bersamaan dengan Universitas Bina Nusantara dan Universitas Dian Nuswantoro. Melalui tema “Enhancing Human Productivity through Better Work Design, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi lintas kampus sekaligus memperbarui perkembangan keilmuan terkait desain kerja dan ergonomi di Indonesia.

    Pelaksanaan ERGOCAMP tahun ini diikuti oleh 47 tim dari berbagai universitas di Indonesia yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 25 hingga 27 November 2025. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi knowledge sharing di hari pertama, kompetisi ilmiah, mini project, serta presentasi di hari kedua, dan rekreasi edukatif di hari terakhir. Universitas Gunadarma mengirimkan 1 tim dengan nama “Ergo Roro Jonggrang” yang terdiri dari 3 orang mahasiswa, yaitu William Sandi Agus, Faradila Putri Ananda, dan Muhammad Daffa Oerhal untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ERGOCAMP 2025.

Day 1: Kegiatan Knowledge Sharing di Universitas Diponegoro

      Hari pertama penyelenggaraan ERGOCAMP 2025 dibuka dengan sesi sharing knowledge yang berfokus pada pengembangan wawasan terkait desain kerja dan ergonomi. Sesi ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Ir. Hardianto Iridiastadi, MSIE, Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung dan Prof. Dr. Ing. Novie Susanto, S.T., M.Eng. dari Universitas Diponegoro. Sesi tersebut turut dilengkapi dengan sharing doktor baru yang menghadirkan Dr. Ir. Ahmad Padhil, S.T., M.T., ASEAN Eng. dari Universitas Muslim Indonesia, Dr. Ir. Orchida Dianita, S.T., M.B.A., M.Sc., IPM., ASEAN Eng. dari Universitas Gadjah Mada, serta Dr. Ir. Fatin Saffanah Didin, S.T., M.T. dari Institut Teknologi Sumatera. Selain para akademisi, kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yaitu Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. Kehadiran para pembicara tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tren, tantangan, serta arah pengembangan ergonomi di masa depan.

      Selain itu, peserta mengikuti sesi pemungutan suara untuk menilai poster ilmiah yang telah dibuat sebelum kegiatan ERGOCAMP 2025 berlangsung. Tim Ergo Roro Jonggrang mengangkat tema mengenai Ergonomi Kognitif dengan judul “Optimalisasi Ergonomi Kognitif: Mengurangi Kelelahan Mental untuk Meningkatkan Fokus dan Efisiensi”. Poster yang dibuat berfokus pada pengaturan cara kerja agar tidak menimbulkan kelelahan mental dan tetap menjaga tingkat fokus. Melalui tema ini, tim Ergo Roro Jonggrang menegaskan bahwa efektivitas kerja tidak hanya bergantung pada desain produk yang ergonomis, tetapi juga pada bagaimana sistem kerja dirancang agar sesuai dengan kapasitas kognitif manusia. Poster tersebut juga membahas mengenai bahaya information overload. Information overload adalah situasi ketika beban informasi melebihi kemampuan otak untuk memprosesnya sehingga dapat memicu kelelahan mental dan menurunkan performa. Tim Ergo Roro Jonggrang memberikan solusi dengan pendekatan ergonomi kognitif, seperti penerapan focus time scheduling, simplikasi antarmuka, serta micro-breaks yang dapat membantu pekerja menjaga konsentrasi dan mengelola beban mental secara lebih sehat dan efektif.

Day 2: Kegiatan Kompetisi Poster dan Mini Project di BINUS Semarang

      Hari kedua pelaksanaan ERGOCAMP 2025, acara dilanjutkan dengan kegiatan mini project yang menjadi agenda utama pada hari tersebut. Setiap anggota tim Ergo Roro Jonggrang turut berpartisipasi dalam kegiatan mini project. Seluruh peserta dipisahkan dari tim asalnya dan digabungkan ke dalam kelompok baru yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang mengikuti kegiatan ERGOCAMP 2025 sehingga tercipta kolaborasi lintas kampus yang lebih luas. Mini project tersebut berfokus pada pemecahan studi kasus dengan konsep eco-ergonomics yang diberikan oleh pihak penyelenggara. Studi kasus ini menuntut peserta untuk menganalisis permasalahan melalui konsep 4P, yaitu people, process, product, and policy.

     Studi kasus yang diberikan berasal dari internal Toyota Motor Corporation (TMC), dimana ditampilkan sebuah video operator TMC saat sedang melakukan suatu pekerjaan. Setiap kelompok diminta untuk menganalisis berbagai isu ergonomi yang muncul dalam tayangan tersebut. Selama kurang lebih tiga jam, setiap kelompok melakukan diskusi intensif untuk mengidentifikasi potensi masalah dan merumuskan usulan perbaikan yang tepat. Hasil dari diskusi ini kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok di hadapan juri untuk menunjukkan alur berpikir, argumentasi, dan rekomendasi solusi yang telah disusun.

      Kelompok William Sandi Agus melakukan analisis dengan menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment), REBA (Rapid Entire Body Assessment), dan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) untuk mengidentifikasi risiko ergonomi pada beberapa aktivitas kerja seperti searching, bending–checking–assembly, serta lifting–twisting. Berdasarkan hasil analisis tersebut, tim mengusulkan penerapan integrated system pada zona eye level, yaitu menempatkan seluruh komponen pada ketinggian yang sama, menambahkan penanda untuk setiap jenis komponen (wire), dan memberikan label pada rak agar proses pencarian menjadi lebih cepat dan teratur. Selanjutnya, tim merekomendasikan pengurangan jumlah layer, terutama layer terbawah untuk meminimalkan beban kerja fisik seperti membungkuk dan jongkok yang berpotensi menimbulkan cedera muskuloskeletal. Sementara itu, untuk mengurangi aktivitas lifting yang berisiko, tim juga menambahkan overhead conveyor guna membantu proses pengangkutan dan pemindahan fuel tank. Dilakukan pula digitalisasi dengan mengganti kertas dan pencatatan manual dengan tablet dan holder adjustable yang dikombinasikan dengan input digital berbasis form atau scan barcode yang terintegrasi secara real-time. Terakhir, yaitu mengganti tools assembly menjadi quick-lock atau one hand clamp dengan tambahan foot-pedal instruction confirmation.

        Kelompok Faradila Putri Ananda mengusulkan perbaikan menggunakan pendekatan DMAIC (Define–Measure–Analyze–Improve–Control) agar alur dan langkah perbaikan lebih terstruktur. Analisis ergonomi dilakukan dengan menerapkan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment) guna menilai tingkat risiko cedera berdasarkan postur kerja operator. Berdasarkan hasil analisis tersebut, kelompok ini mengajukan beberapa solusi, yaitu Karakuri Hanging Conveyor dan Portable Lift Table Trolley dengan tujuan agar beban kerja fisik operator dapat dikurangi, mempermudah proses pemindahan barang, serta mencegah kelelahan selama aktivitas kerja.

      Kelompok Muhammad Daffa Oerhal mengusulkan perbaikan menggunakan metode NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health) untuk dilakukan penilaian resiko cedera pada operator yang termasuk ke dalam konsep people. Penggunaan metode ini dikarenakan proses pengangkatan fuel tank masih dilakukan secara manual oleh operator. Maka dari itu, diperlukan perhitungan resiko cedera menggunakan metode NIOSH untuk menghindari kecelakaan kerja pada operator. Sedangkan pada konsep process, kelompok ini menggunakan metode Subtitusi Design Tooling dengan mengganti proses pemindahan fuel tank yang awalnya menggunakan trolley menjadi conveyor. Subtitusi trolley menjadi conveyor dilakukan agar kegiatan repetitif dapat dihilangkan sejalan dengan penggunaan conveyor. Berdasarkan metode NIOSH dan Design Tooling, diharapkan produktivitas perusahaan serta keselamatan dan kesehatan pekerja dapat terkendali dengan baik.

Day 3: Kegiatan Rekreasi Edukatif ke Lawang Sewu

      Hari terakhir ditutup dengan melakukan kunjungan ke Lawang Sewu sebagai bangunan ikonik dari kota Semarang sebagai bagian dari kegiatan rekreasi edukatif pada ERGOCAMP 2025.

        Rangkaian ERGOCAMP IX 2025 bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar yang memperkaya pemahaman serta memperluas jejaring di bidang ergonomi. Para peserta menerima pengalaman berharga sekaligus ruang untuk memperluas dan saling bertukar wawasan di bidang ergonomi. Diharapkan semangat kolaborasi dan inovasi yang tumbuh dalam kegiatan ERGOCAMP ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *